Open Dumpling di TPA Jatibarang Dihentikan, DPRD Kota Semarang Minta Aktifkan TPST dan TPS 3R



SEMARANG - Dini Inayati Anggota Dewan Perempuan Komisi C DPRD Kota Semarang Jawa Tengah Fraksi PKS Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Semarang III Wakil Rakyat Tembalang dan Candisari menyoroti kebakaran TPA Jatibarang.

Kebakaran hebat yang kembali terjadi di TPA Jatibarang Semarang bukan lagi disikapi dengan kekhawatiran. Langkah penanganan persoalan sampah harus segera dilakukan. Sistem open dumping dalam pengelolaan sampah harus dihentikan. Hal ini dilontarkan oleh anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Dini Inayati.

Dini memperingatkan bahwa kebakaran TPA Jatibarang tetap akan berpotensi terjadi berulangkali mengingat masih menggunakan pola open dumping. "Open dumpling harus dihentikan, TPA Jatibarang harus ditutup dan sebagai gantinya Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang harus segera melakukan revitalisasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) maupun TPS 3R yang sudah ada," ucap anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Dini Inayati, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Lebih jauh pihaknya mendorong Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang untuk memberi tekanan agar kegiatan pilah sampah yang sudah berjalan di masing - masing RT/ RW ini, tidak kemudian hanya berjalan dalam hal pengelolaan sampah botol plastik dan kertas saja. Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, menurutnya harus punya effort agar 60 persen sampah ini bisa diolah dengan cara komposting, menggunakan maggot atau menjadi ecoenzym.

"Sebelum TPA Jatibarang tahun 2029 dimanfaatkan sebagai PSEL energi listrik, kita masih punya waktu dua tahun ini untuk mengefektifkan TPST dan TPS 3R untuk mengelola sampah. Bisa menggunakan dana RT yang sudah diberikan ke masing - masing wilayah," tegasnya.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang diketahui pada tahun 2025 lalu telah mengajukan anggaran DED pipanisasi gas metan di TPA Jatibarang untuk bisa dikumpulkan. Berlanjut pada perubahan anggaran APBD di tahun 2026. "Artinya langkah untuk mengurangi gas metan bersumber di TPA Jatibarang kan belum benar - benar efektif," tuturnya.

Selama open dumping diberlakukan, tambah Dini, efek yang dirasakan masyarakat tetap akan seperti saat ini. Dini mendorong pemerintah Kota Semarang untuk berani mengikuti wilayah - wilayah lainnya seperti di Kulonprogo Yogyakarta yang sudah menutup TPA open dumping. "Sampah bisa diolah menjadi bentuk lain seperti arang. Harus ada upaya itu," ucapnya.  

Guna memprioritaskan pergerakan armada pemadam kebakaran di lokasi, pengelola melakukan penyesuaian pada jam operasional TPA Jatibarang. "Mungkin kita tutupnya lebih lama. Bukanya mungkin agak siang. Tergantung kondisi kebutuhan untuk lalu lintas jam kerjanya. Kita utamakan yang untuk pemadaman," terangnya. Baca Juga: Tinggal Menghitung Hari, Tujuh Merek Mobil Terbaru Bakal Penuhi GIIAS 2026 Muladi Dome Pihaknya menjelaskan lebih dari 500 armada truk sampah 

yang keluar-masuk TPA Jatibarang setiap hari dengan total muatan mencapai ratusan ton. "Keluar masuknya bisa satu armada bisa dua kali, tiga kali. 500-an lah kurang lebih. Kalau untuk tonase sekitar 900 sampai 950 ton. Sementara kita arahkan ke zona yang aman. Tetap di zona buang tapi di sisi yang aman," tutup pihaknya.***