Proyek Simpang Lima Berbarengan dengan MTQ Nasional, Legislator Dini Inayati Soroti Sinkronisasi Perencanaan



Semarang -  Kondisi kawasan Simpanglima menjadi perhatian anggota Komisi  C DPRD Kota Semarang fraksi PKS Dini Inayati ST menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional yang akan digelar di Kota Semarang pada 12 September 2026.

Proyek perbaikan drainase dan penataan taman yang masih berlangsung di kawasan tersebut dinilai perlu diantisipasi agar tidak mengganggu citra Kota Semarang sebagai tuan rumah.

Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Dini Inayati mengatakan, Simpanglima merupakan salah satu wajah Kota Semarang. 

Sehingga, pekerjaan konstruksi yang berlangsung menjelang kedatangan peserta MTQ dari berbagai daerah perlu dikelola agar kawasan tetap terlihat baik.Menurut Dini, proyek drainase dan penataan taman Simpanglima bukan pekerjaan yang baru direncanakan.

Proyek tersebut telah disepakati Pemerintah Kota Semarang dan DPRD dalam pembahasan APBD 2026 pada 2025.

"Nah, tentu karena ini proyek yang tidak kecil, ini proyek yang cukup besar. Kalau di bulan Agustus ini belum selesai atau baru dimulai ya ini wajar kalau kemudian nanti pada saat pelaksanaan MTQ belum selesai," kiranya.

Dengan kondisi tersebut, Dini mengatakan Pemkot Semarang perlu memikirkan pengaturan pekerjaan konstruksi selama pelaksanaan MTQ. 

Menurutnya, persoalannya bukan hanya terkait kelancaran kegiatan, tetapi juga bagaimana wajah Kota Semarang ditampilkan kepada para tamu yang datang.

"Sehingga karena Kota Semarang sudah terlanjur menyanggupi sebagai tuan rumah MTQ, ya mau tidak mau memang harus memikirkan bagaimana konstruksi yang sedang dilaksanakan di sekitar lokasi MTQ ini tetap tidak mengganggu, tidak mengganggu pelaksanaan MTQ," ujarnya.

Sebagai salah satu ruang publik dan kawasan yang dikenal sebagai bagian dari wajah Kota Semarang, kondisi kawasan tersebut menurutnya dapat memengaruhi kesan para tamu yang datang.

"Kemudian yang kedua, karena pelaksanaan MTQ ini pasti akan hadir banyak manusia dari berbagai macam kota dan provinsi lain. Jumlahnya pasti ribuan. Maka konstruksi drainase dan taman ini harus diantisipasi agar tidak menjadi ancaman keselamatan bagi orang-orang yang hadir di sekitar lokasi MTQ," ujarnya.

Dini juga meminta faktor cuaca diperhitungkan. Ia menyebut pelaksanaan MTQ dijadwalkan pada 12 September dan meminta kondisi hujan di sekitar tanggal tersebut turut diantisipasi, mengingat proyek yang berkaitan dengan drainase masih berlangsung.

"Kita itu belum tahu juga apakah 12 September masih kemarau. Coba dicek juga di BMKG apakah itu sudah ada prediksi bahwa di tanggal 12 September atau sebelum dan sesudahnya itu akan ada hujan atau tidak. Kalau ada hujan ya berarti tetap harus diantisipasi juga terkait dengan limpasan airnya," tegasnya.

Dini menegaskan, keberadaan proyek di Simpang Lima seharusnya bukan sesuatu yang tidak diketahui oleh jajaran Pemerintah Kota Semarang.

Kepala DPU, Suwarto mengatakan, drainase di kawasan Simpang Lima tetap berjalan hingga akhir Desember 2026.

Namun, pelaksanaan pekerjaan akan disesuaikan dengan agenda MTQ yang berlangsung pada September mendatang.

Suwarto mengatakan, saat pelaksanaan MTQ, area yang menjadi lokasi kegiatan akan ditutup sehingga pekerjaan konstruksi di kawasan tersebut tidak mengganggu jalannya acara.

"(Proyek perbaikannya) Itu lama sampai akhir Desember. Nanti ditutup dulu (untuk) MTQ," terangnya.

Sumber : 
https://jateng.tribunnews.com/semarang/1264874/jelang-mtq-nasional-2026-penataan-simpanglima-semarang-dipercepat-agar-tak-terlihat-kumuh