Dini Inayati Dorong Inovasi Olahan Ketela untuk Tingkatkan Ekonomi dan Kampanyekan Pangan Lokal Sehat
SEMARANG – Anggota DPRD Kota Semarang dari Fraksi PKS, Dini Inayati dalam kegiatan Pelatihan Olahan Berbahan Dasar Ketela bagi pelaku usaha mikro menekankan pentingnya pengembangan olahan pangan berbahan lokal, khususnya ketela, sebagai alternatif usaha yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus mendukung pola hidup sehat.
Selain itu, Dini juga mendorong olahan pangan berbahan ketela ini sebagai pengganti makanan berbahana dasar tepung terigu atau gandum.
Kegiatan ini merupakan realisasi aspirasi masyarakat atau pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD dalam bentuk nonfisik yang dititipkan melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang.
Menurutnya, pangan lokal perlu terus dikampanyekan secara masif karena memiliki banyak manfaat, baik dari sisi kesehatan maupun kemandirian pangan nasional. Ia menjelaskan bahwa bahan pangan lokal seperti ketela relatif lebih sehat dan rendah kalori sehingga dapat menjadi salah satu upaya pencegahan meningkatnya penyakit katastropis seperti diabetes, hipertensi, jantung, dan penyakit sejenis lainnya.
“Pangan lokal harus terus dikembangkan dan dikampanyekan. Selain lebih sehat, bahan pangan lokal juga mendukung pemberdayaan petani lokal sehingga memperkuat kemandirian pangan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti bahwa ketela merupakan bahan pangan yang mudah ditemui, mudah dibudidayakan, serta cocok dengan kondisi tanah dan iklim di Indonesia.
Selain itu, ketela memiliki nilai tambah karena termasuk pangan gluten free sehingga dapat menjadi pilihan alternatif konsumsi masyarakat modern yang mulai sadar pentingnya pola makan sehat.
Dini menilai, tantangan saat ini bukan hanya pada produksi bahan pangan lokal, tetapi juga inovasi produk dan strategi pemasaran. Karena itu, pelatihan tersebut diharapkan mampu mendorong pelaku usaha mikro untuk menghadirkan produk olahan ketela yang lebih kreatif, menarik, dan memiliki daya saing di pasaran.
“Perlu inovasi produk dan kampanye yang massif agar konsumsi pangan lokal meningkat. Kalau diolah dengan baik, ketela bisa menjadi produk bernilai ekonomi tinggi dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat,” tambahnya.
Dalam pelatihan tersebut, ketelah bisa dibuat menjadi kroket ubi jalar, mini ubi sosis, prol tape, semprit keju, choco chips cookies, butter cookies, stik keju gluten free, pie ubi ungu, putri mandi ubi ungu, nona manis ubi ungu, pizza singkong dan bola ubi.
Dalam pelatihan tersebut, ketelah bisa dibuat menjadi kroket ubi jalar, mini ubi sosis, prol tape, semprit keju, choco chips cookies, butter cookies, stik keju gluten free, pie ubi ungu, putri mandi ubi ungu, nona manis ubi ungu, pizza singkong dan bola ubi.
Melalui kegiatan tersebut, Dini berharap masyarakat tidak hanya mendapatkan keterampilan baru dalam mengolah pangan lokal, tetapi juga mampu membangun usaha produktif yang berkelanjutan guna meningkatkan kesejahteraan keluarga dan memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
