Wujudkan Aspirasi Lewat Pelatihan Kewirausahaan, Dini Inayati Dorong Usaha Mikro Naik Kelas
SEMARANG – Anggota DPRD Kota Semarang Fraksi PKS, Dini Inayati merealisasikan program aspirasi masyarakat atau Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) melalui kegiatan Pelatihan Kewirausahaan Usaha Produktif Boga dan Pelatihan Olahan Ketela bagi pelaku usaha mikro di Kota Semarang.
Dalam kegiatan tersebut, Dini menegaskan bahwa keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal materi, tetapi juga dipengaruhi oleh kemauan, dukungan keluarga, serta konsistensi dalam menjalankan usaha. Menurutnya, usaha yang direncanakan dengan baik dan dijalankan secara konsisten akan mampu membangun kepercayaan konsumen.
“Usaha itu tidak cukup hanya modal uang. Harus ada kemauan, dukungan keluarga, perencanaan, dan konsistensi agar usaha bisa berkembang dan dipercaya konsumen,” ujarnya.
Selain memotovasi berwirausaha, Dini juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya manajemen keuangan yang sehat. Ia menyampaikan bahwa persoalan ekonomi keluarga sering kali muncul akibat pengelolaan keuangan yang tidak terencana.
Ia mengingatkan para pelaku usaha agar lebih bijak dalam mengelola utang dengan memprioritaskan utang produktif untuk pengembangan usaha dibandingkan utang konsumtif.
Dini mengajak peserta memaknai perjuangan memperkuat ekonomi keluarga sebagai bagian dari ibadah dan upaya meraih keberkahan hidup.
Dalam pembahasan LKPJ Wali Kota Semarang, Dini menyebut Dinas Koperasi dan Usaha Mikro telah melakukan pembinaan terhadap sekitar 700 wirausaha, dengan 225 di antaranya dinilai berhasil berkembang.
Namun demikian, Dini berharap Dinas juga terus mendorong dan mengupayakan agar para pelaku usaha mikro dapat berkembang menjadi usaha kecil dengan omzet tahunan di atas Rp2 miliar.
“Targetnya jangan hanya bertahan sebagai usaha mikro, tetapi harus terus berkembang menjadi usaha kecil bahkan lebih besar lagi, sehingga nanti ada pelaku usaha mikro baru yang di bina oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro ” tegasnya.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang Margaritha Mita Dewi Sopa mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurutnya, program semacam ini menjadi bekal penting bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing bisnisnya.
Ia mengingatkan bahwa selain peningkatan keterampilan, pelaku usaha juga perlu memperhatikan legalitas dan administrasi usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan perizinan lainnya agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang, Raden Mohamad Waluyo Sejati yang membuka acara sekaligus memberikan materi manajemen SDM, mengapresiasi kepedulian anggota DPRD yang merealisasikan aspirasi warga dalam bentuk kegiatan nonfisik berupa pelatihan kewirausahaan.
“Kami mengapresiasi kepedulian Bu Dewan yang mewujudkan aspirasi warga melalui kegiatan pelatihan wirausaha bagi pelaku usaha produktif. Harapannya kegiatan ini dapat menambah pengetahuan agar usaha mikro bisa naik kelas,” ujarnya.

