BIMTEKNAS PKS, Dini Inayati: Pelayanan Harus Melahirkan Ikatan Emosional, Bukan Sekadar Elektabilitas



JAKARTA – Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) PKS yang menghadirkan pejabat publik PKS dari berbagai daerah di Indonesia menjadi momentum untuk memperkuat orientasi pelayanan publik sekaligus membangun gerakan kader yang berakar kuat di tengah masyarakat.

Dalam refleksinya terhadap Bimteknas PKS tersebut, Dini Inayati menyoroti pentingnya mengubah cara pandang dalam menjalankan amanah sebagai pejabat publik. Menurutnya, tantangan yang perlu disadari adalah bahwa orientasi pelayanan terkadang masih dibayangi mindset politik elektoral.

“Tidak mudah mengonversi hasil pelayanan menjadi elektabilitas. Pelayanan yang baik memang penting, tetapi dampaknya tidak serta-merta langsung tercermin dalam dukungan politik,” menjadi catatan pemikiran Dini Inayati.

Menurut Dini, keberhasilan pelayanan publik tidak semestinya hanya diukur dari seberapa besar pengaruhnya terhadap elektabilitas. Lebih dari itu, pelayanan harus mampu membangun kepercayaan dan kedekatan yang tulus antara pejabat publik dengan masyarakat.

Karena itu, ia menekankan pentingnya membangun ikatan emosional, bukan ikatan pragmatisme. Hubungan dengan masyarakat perlu tumbuh dari kepedulian, konsistensi, ketulusan, dan keberpihakan terhadap kebutuhan nyata warga, bukan semata-mata karena kepentingan sesaat atau transaksi dukungan.

Dini juga menyoroti pentingnya memperkuat identitas, nilai, dan budaya organisasi PKS di kalangan relawan, saksi, anggota Rumah Keluarga Indonesia (RKI), serta elemen masyarakat yang terlibat dalam aktivitas pelayanan dan pemberdayaan.

Upaya tersebut, menurutnya, bukan sekadar memperluas struktur atau menambah dukungan, melainkan membangun pemahaman bersama terhadap nilai, semangat pengabdian, dan cara kerja yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.

“Gerakan organik yang tumbuh dari kesadaran, kedekatan, dan kepercayaan masyarakat membutuhkan proses. Partai kader memiliki modal untuk membangun gerakan semacam ini melalui pembinaan yang berkelanjutan, keteladanan, dan kerja nyata,” demikian pokok pemikiran yang mengemuka.

Bagi Dini, Bimteknas PKS menjadi ruang penting bagi para pejabat publik untuk merefleksikan kembali peran dan tanggung jawabnya. Amanah publik tidak cukup dijalankan melalui program dan kebijakan, tetapi juga harus disertai kemampuan merawat kepercayaan, menghadirkan manfaat, serta membangun hubungan yang sehat dengan masyarakat.

Pada akhirnya, pelayanan publik yang berintegritas harus tetap menjadi tujuan utama, sedangkan elektabilitas merupakan konsekuensi yang tidak bisa dijanjikan ataupun dipaksakan. Kepercayaan masyarakat tumbuh melalui proses panjang, konsistensi, dan bukti nyata pengabdian