Menangani Sampah Dari Sumbernya Adalah Solusi, Dini Inayati Fasilitasi Pelatihan Budidaya Magot

Semarang — Anggota DPRD Kota Semarang Fraksi PKS, Dini Inayati, bersama warga Dadapan RW 02 Kelurahan Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, menggelar pelatihan budidaya maggot sebagai upaya mengurangi sampah rumah tangga organik agar lebih termanfaatkan dan tidak menumpuk di TPS maupun TPA.

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan solusi konkret atas persoalan sampah, khususnya sampah organik rumah tangga yang selama ini menjadi penyumbang terbesar volume sampah kota. Melalui budidaya maggot, sampah organik dapat diolah menjadi pakan ternak bernilai ekonomis.

Sebagai fasilitator kegiatan, Dini Inayati menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang untuk memberikan pembekalan kepada warga, baik secara teori maupun praktik langsung budidaya maggot.

“Pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Harus dimulai dari rumah tangga dan lingkungan terkecil. Budidaya maggot ini adalah contoh nyata bagaimana sampah bisa menjadi berkah,” ujar Dini Inayati.

Koordinator kegiatan sekaligus Ibu PKK RT 06 RW 02 Sendangmulyo menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk kepedulian dan kesadaran warga dalam mengurangi sampah rumah tangga, sekaligus membuka peluang nilai ekonomi dari sampah organik yang selama ini terbuang.

Sementara itu, Ketua RT 06 RW 02, Andi, menyatakan kesiapannya untuk menampung sampah organik warga yang akan digunakan sebagai bahan pakan maggot yang ia budidayakan.

“Kami siap menampung sampah organik dari warga. Harapannya, warga juga semakin semangat memilah sampah dari rumah,” ungkap Andi.

Dini Inayati mengapresiasi antusiasme dan kepedulian warga Dadapan RW 02 Sendangmulyo. Ia mendorong agar program budidaya maggot ini dapat direplikasi di setiap RW di Kota Semarang, khususnya di wilayah Tembalang dan Candisari.

“Jika program seperti ini bisa berjalan di banyak RW, saya yakin persoalan sampah Kota Semarang bisa teratasi. Sampah organik itu lebih dari 50 persen volume sampah, dan jika diolah di tingkat RW, beban TPS dan TPA akan jauh berkurang,” pungkasnya.