Dorong Kemandirian Ekonomi, Dini Inayati Fasilitasi Pelatihan Kewirausahaan bagi Warga
SEMARANG - Dini Inayati Anggota Dewan Perempuan Komisi C DPRD Kota Semarang Jawa Tengah Fraksi PKS Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Semarang III Tembalang dan Candisari terus mendorong peningkatan kualitas hidup warga Kota Semarang sebagai bagian dari upaya pembangunan daerah. Ia meyakini bahwa kemajuan Kota Semarang tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakatnya.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, Dini mengalokasikan pokok-pokok pikiran (pokir) aspirasinya untuk kegiatan nonfisik berupa pelatihan kewirausahaan, dalam hal ini adalah Program Pelatihan Kewirausahaan Produktif Boga dan Olahan Ketela. Baik pelatihan Katering dan Olahan Ketela akan dilaskanakan selama 3 hari berurut turut sebagai bekal dalam berwirausaha. Program ini terlaksana melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang.
“Pembangunan harus seimbang, tidak hanya infrastruktur, tetapi juga peningkatan kemampuan masyarakat agar lebih mandiri secara ekonomi,” ujar Dini dalam kegiatan pelatihan.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan manajemen katering dan praktek katering serta mengolah berbagai jenis makanan dari ketela. Materi ini dipilih karena sebagian besar peserta telah memiliki usaha di bidang kuliner, baik makanan berat ataupun makanan ringan. Dengan pelatihan ini, diharapkan pelaku usaha mampu meningkatkan kualitas produk, mulai dari proses persiapan, pengolahan, penyajian hingga pemasaran.
Selain itu, Dini juga menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi, khususnya dalam hal pemasaran. Ia mendorong peserta untuk memanfaatkan ponsel sebagai sarana promosi, baik melalui WhatsApp maupun media sosial lainnya.
“Gunakan media yang ada untuk menjangkau pasar lebih luas. Konten video singkat yang menarik bisa menjadi strategi efektif karena lebih mudah menarik perhatian dibandingkan hanya teks atau gambar,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Mikro Kota Semarang mengapresiasi terselenggaranya kegiatan pelatihan tersebut. Ia menilai program ini dapat menjadi bekal penting bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya agar naik kelas.
Ia juga mengingatkan bahwa selain peningkatan keterampilan, pelaku usaha perlu memperhatikan aspek legalitas dan administrasi. “Agar bisa bersaing, usaha harus dilengkapi dengan dokumen seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan perizinan lainnya,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta tidak hanya mampu mempertahankan usahanya, tetapi juga mengembangkan bisnis secara berkelanjutan dan berdaya saing.
