Maraton Reses Dini Inayati: Hiking, Edukasi Lingkungan, dan Penataan Kota Semarang



SEMARANG - Dini Inayati Anggota Dewan Perempuan Komisi C DPRD Kota Semarang Jawa Tengah Fraksi PKS Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Semarang III Wakil Rakyat Tembalang dan Candisari mengadakan reses Masa Sidang I tahun 2025–2026.

Dini Inayati, menyelesaikan rangkaian tiga kegiatan reses Masa Sidang 2025–2026 di wilayah Dapil III Tembalang–Candisari. Seluruh kegiatan ini dirancang untuk mendekatkan proses penjaringan aspirasi kepada masyarakat sekaligus menghadirkan pola reses yang lebih partisipatif dan relevan dengan kebutuhan warga.

Reses pertama dikemas berbeda dari biasanya dengan agenda hiking bersama warga menuju Bukit Pyramid Rowosari. Berkolaborasi dengan DPC PKS Tembalang, kegiatan ini menarik minat banyak peserta. Setelah registrasi dan peregangan, rombongan menempuh jalur sejauh 3 kilometer menuju puncak bukit.

Usai kembali ke titik awal, peserta menikmati santap bersama serta mengikuti penyampaian materi reses oleh Dini Inayati. Pada kesempatan itu juga dibagikan paket sembako serta doorprize bagi peserta yang beruntung. Supriyanto, warga Dukuh Pengkol, mendapatkan hadiah utama.

“Kami ingin reses bukan hanya menjadi forum formal, tetapi ruang kebersamaan yang mampu menarik lebih banyak warga untuk menyampaikan gagasan mereka,” ujar Dini Inayati. “Aspirasi ini akan menjadi bahan kami menata wilayah dapil maupun Kota Semarang melalui pokok pikiran 2027, bahkan bisa lebih cepat bila ditopang anggaran khusus tahun 2026.”

Pada titik reses kedua, fokus diarahkan pada isu lingkungan bersama pemuda Tembalang dan Candisari. Dini menghadirkan Usman, penggagas gerakan peduli lingkungan dan pangan lokal, untuk berbagi perspektif mengenai pentingnya kesadaran kolektif dalam mengurangi sampah. 

Kondisi TPA Jatibarang yang telah menerima peringatan dari Kementerian Lingkungan Hidup menjadi salah satu sorotan. Melalui kegiatan ini, Dini menekankan perlunya pelibatan generasi muda dalam pemilahan sampah dan pengelolaan lingkungan di tingkat komunitas.

“Pemuda harus memiliki frekuensi yang sama dalam kepedulian lingkungan. Upaya pilah sampah sudah dilakukan PKK dan warga, akan jauh lebih kuat kalau generasi mudanya ikut menggerakkan,” tegasnya.

Reses ketiga dilaksanakan di Candisari dengan menghadirkan saksi, tokoh masyarakat, pengurus ranting–cabang, serta perwakilan pemuda. Diskusi berlangsung intens tentang berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pembangunan fisik hingga program nonfisik yang menyangkut kesejahteraan dan ketahanan keluarga. 

Dini menegaskan bahwa PKS memiliki amanat lima Rumah Perjuangan yang sejalan dengan upaya perbaikan Kota Semarang.

“Reses ini bukan hanya menampung aspirasi tentang infrastruktur, tetapi juga persoalan ekonomi, pendidikan yang lebih terjangkau, dan ketahanan keluarga. Semua masukan ini kami perlukan untuk membangun kota yang benar-benar berpihak kepada rakyat,” katanya.

Melalui rangkaian tiga titik reses tersebut, Dini Inayati menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang dialog yang inklusif dan menggerakkan partisipasi warga. Ia berharap aspirasi yang dihimpun dapat terimplementasi dalam kebijakan pembangunan kota sehingga membawa manfaat konkret bagi masyarakat Tembalang, Candisari, dan seluruh warga Kota Semarang.